BAB II
TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
A. PENDAHULUAN
Untuk mencapai keberhasilan, manajer menyadari akan pengaruh lingkungan perusahaan (organisasi). Perusahaan berhubungkan dengan elemen-elemen lingkungan melalui arus sumberdaya fisik maupun konseptual. Sumberdaya informasi tidak hanya sekedar data dan informasi, melainkan termasuk perangkat keras, perangkat lunak, para spesialis informasi, dan para pemakai informasi.
Kesadaran manajer bahwa informasi sebagai suatu sumberdaya strategis yaitu menetapkan kebijakan untuk menerapkan sumberdaya tersebut secara strategis dan menindaklanjutinya. Sehingga akan memberikan keyakinan bahwa kebijakan tersebut dijalankan. Aktivitas itu disebut dengan manajemen sumberdaya informasi (information resources management – IRM). IRM merupakan konsep yang mengintegrasikan konsep-konsep keunggulan kompetitif lain, yaitu CIO, SST, SPIR, dan end-user computing. Dengan demikian IRM memberikan kerangka kerja bagi pemanfaatan komputer yang efektif.
B. LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan suatu perusahaan terdiri dari delapan elemen utama. Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung kepada perusahaan. Kedelapan elemen tersebut adalah sebagai berikut:
• Pemasok : menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan atau jasa
• Pelanggan : pembeli dari barang dan atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
• Serikat Pekerja : organisasi dari para pekerja perusahaan
• Masyarakat Keuangan : Lembaga-lembaga yang menyediakan sumber daya keuangan bagi perusahaan
• Pemegang Saham : pemilik yang menanamkan modalnya pada perusahaan
• Pesaing : organisasi atau perusahaan yang bersaing dengan perusahaan di pasar
• Pemerintah : mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian kebijakan dan programnya
• Masyarakat Global : wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya
Elemen-elemen tersebut di atas membentuk supersistem yang disebut masyarakat. Sumber daya mengalir antara perusahaan dengan elemen-elemen lingkungan.
C. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus menghadapi tantangan bahkan tekanan-tekanan internal dan eksternal itu. Salah satu pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada.
Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk.
Cara untuk mencapai keunggulan kompetitif :
1. menyediakan barang dan jasa dengan harga murah
2. menyediakan barang dan jasa lebih baik daripada pesaing
3. memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu
D. SUMBERDAYA INFORMASI
Perusahaan menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif pada awalnya dimulai dengan membuat hubungan komputer dengan pelanggan. EDI (Electronic Data Interchange) memberikan dasar teknologi bagi perusahaan untuk berkumpul membentuk sistem antar organisasi - IOS (Inter Organizational System). EDI menangani transmisi elektronik kepada dan dari para pelanggan, pemasok, pemerintah, dan masyarakat keuangan. Arus informasi dengan elemen lainnya lebih sulit dilakukan secara elektronik, dan menggunakan hubungnan non-komputer. Arus informasi antara semua lingkungan sangat penting terhadap keunggulan kompetitif.
Adapun jenis-jenis sumberdaya informasi, yaitu :
• Perangkat keras komputer (Hardware)
• Perangkat lunak komputer (Software)
• Spesialis informasi
• Pemakai
• Fasilitas
• Database
• Informasi
Sumber daya informasi tersebut dikelola oleh CIO (Chief Information Officer), sebagai manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahliannya dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi maupun area operasi perusahaan lainnya.
CIO adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalahyang berkaitan dengan sumberdaya informasi tetapi juga berbagai bidang lain dari operasi perusahaan/organisasi.
Seorang manajer jasa informasi dapat berperan sebagai CIO paling tidak dengan mengikuti saran-saran berikut :
• Alokasikan waktu untuk bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari bisnisnya, bukan hanya teknologinya.
• Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini. Jangan menunggu hingga diundang.
• Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
• Jelaskan biaya-biaya information systems (IS) dalam istilah-istilah bisnis.
• Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
• Jangan bersifat defensive.
Pendekatan dari perencanaan strategis sumber daya informasi diawali dengan strategy set transformation, yang kemudian menjadi strategic planning for information resources.
strategy set transformation
Langkah I : Kumpulan strategi organisasi, memuat: misi, tujuan, strategi, atribut strategi organisasi lainnya
Langkah II : Management information system strategy set, memuat: tujuan, kendala, dan strategi rancangan system
Kelemahan dari pendekatan ini area-area fungsional tidak selalu memiliki sumber daya untuk menjamin tercapainya tujuan strategis perusahaan.
strategic planning for information resources
Pendekatan ini perencanaan strategis jasa informasi dengan perencanaan strategis perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencana perusahaan mencerminkan dukungan yang dapat disediakan oleh jasa informasi, dan rencana jasa informasi mencerminkan dukungan sistem di masa depan.
Isi rencana strategis sumber daya informasi:
1. tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tiap-tiap subsistem CBIS (Computer Based information System) selama periode perncanaan
2. sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut
End User Computing
Pemakai akhir dapat digolongkan menjadi empat tingkatan berdasarkan pengetahuannya:
o menu-level end-users
o command-level end-users
o end-users programmers
o functional support personnel
Manfaat end-user computing:
o pemindahan beban kerja
o mengurangi kesenjangan komunikasi
Resiko end user computing:
o sistem yang tidak tepat sasaran
o sistem yang tidak baik rancangan dan dokumentasinya
o penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien
o hilangnya integritas data
o hilangnya keamanan
Perusahaan harus mengelola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa Istilah yg lazim dikenal :
CEO (Chief Executifve Officer)
CFO ( Chief Financial Officer)
COO (Chief Operating Officer)
CIO ( Chief Information Officer)
E. PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN
Perencanaan Strategis sering disebut Perencanaan jangka panjang karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan yang paling menguntungkan dalam lingkungannya, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Manfaat dan peranan rencana strategis:
Menentukan batasan usaha/bisnis. Memilih fokus bidang usaha yang akan dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen.
Memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. Rencana strategis menunjang pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi, tawar-menawar, atau komunikasi timbal-balik.
Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.
Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi.
Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan.
F. MANAJEMEN SUMBERDAYA INFORMASI
Manajemen sumberdaya informasi (information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian kondisi tertentu.
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan :
a. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi yang unggul.
b. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
c. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
d. Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
e. Rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
f. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak terpisah, tetapi bekerja sama secara terkoordinasi. Adapun komponen dasar dalam penerapan IRM, yakni :
a. Lingkungan perusahaan
Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang atau pengaruh untuk mencapai keunggulan kompetitif. Para eksekutif menuadari perlunya mengelola arus sumberdaya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
b. Eksekutif perusahaan
CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya dalam bentuk perencaan strategis.
c. Bidang/area fungsional
Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satunya adalah rencana strategis sumberdaya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lainnya.
d. Sumberdaya informasi
Rencana strategis sumberdaya informasi menggambarkan bagaimana semua sumberdaya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian dipusatkan dalam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
e. Pemakai
Data dan informasi mengalir antara sumberdaya informasi dan para pemakai. Sebagian pemakai ikut serta dalam End-User-Computing.
SUMBER:
http://blog.unm.ac.id/.../04/KONSEP-PERENCANAAN-STRATEGIS.doc
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=104937
http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/26/keunggulan-kompetitif/
http://www.bahankuliah.info/MENGGUNAKAN-TEKNOLOGI-INFORMASI-UNTUK-KEUNGGULAN-KOMPETITIF.html
http://www.slideshare.net/formatik/teknologi-informasi-untuk-keunggulan-kompetitif
Jumat, 21 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011
PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
BAB I
PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
A. Pendahuluan
Sistem informasi / lanskap aplikasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.
SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Sistem Informasi Manajemen
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi
B. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Akuntansi Manajemen adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
C. Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
• Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan system
• Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
• Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
• Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
• Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
• Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
• Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
• Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
D. Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa
E. Tujuan Umum
o Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
o Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
o Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
F. Manajemen dan Elemen Sumberdaya Informasi
Manajemen informasi
Manajer mengelola lima jenis sumberdaya, yaitu Manusia, Material, Mesin (termasuk fasilitas dan energi), Uang dan informasi (termasuk data). Tugas manajer adalah bagaimana mengelola sumberdaya ini agar dapat digunakan secara efektif.
Empat jenis sumberdaya yang pertama memiliki wujud, ada secara fisik, dan dapat disentuh. Sumberdaya ini disebut sumberdaya fisik. Sumber daya yang terakhir, informasi, memiliki nilai dari apa yang diwakilinya, bukan dari bentuknya, disebut sumberdaya konseptual.
Elemen dalam Manajemen Sumber Daya Informasi
- Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat di capai melalui sumber daya informasi yang unggul.
- Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
- Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
- Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
- Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.
G. KONSEP MANAJEMEN SUMBERDAYA INFORMASI
Sumberdaya informasi jauh melampaui informasi itu sendiri. Hal tersebut karena adanya bentuk dasar untuk mengelola semua sumberdaya informasi. Manajemen sumberdaya informasi (information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Meskipun seorang pemakai individu dapat mempraktekan IRM, pendekatan paling efektif bagi perusahaan adalah mengembangkan rencana formal yang harus diikuti setiap orang. Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :
• Menyadari bahwa keunggulan kompetitif akan tercapai melalui SD informasi yang unggul;
Melalui pengelolaan sumberdaya informasi akan mencapai keunggulan kompetitif atas pesaingnya.
• Menyadari bahwa jasa informasi bidang fungsional utama;
Struktur organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan bidang fungsional utama lainnya, seperti keuangan, dan pemasaran.
• Menyadari bahwa CIO adalah eksekutif puncak;
CIO memberi kontribusi, jika memungkinkan pada pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan (bukan hanya operasi jasa informasi). Hal tersebut ditunjukkan dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
• Memperhatikan SD informasi dalam membuat perencanaan strategis;
Para eksekutif yang terlibat dalam perencanaan strategis perusahaan, mereka memperhatikan sumberdaya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
• Rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi;
Terdapat rencana formal untuk memperoleh dan mengelola sumberdaya informasi. Sumberdaya tersebut harus mencakup yang berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
• Adanya strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing;
Rencana strategis sumberdaya informasi membahas cara membuat sumberdaya informasi tersedia bagi pemakai akhir, dan tetap mempertahankan pegendalian atas sumberdaya tersebut.
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak terpisah, tetapi bekerja sama secara terkoordinasi. Adapun komponen dasar dalam penerapan IRM, yakni :
a. Lingkungan perusahaan;
Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang atau pengaruh untuk mencapai keunggulan kompetitif. Para eksekutif menuadari perlunya mengelola arus sumberdaya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
b. Eksekutif perusahaan;
CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya dalam bentuk perencaan strategis.
c. Bidang/area fungsional;
Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satunya adalah rencana strategis sumberdaya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lainnya.
d. Sumberdaya informasi;
Rencana strategis sumberdaya informasi menggambarkan bagaimana semua sumberdaya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian dipusatkan dalam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
e. Pemakai;
Data dan informasi mengalir antara sumberdaya informasi dan para pemakai. Sebagian pemakai ikut serta dalam End-User-Computing.
Panduan :
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://sitinurhidayat.blogspot.com/2010/10/konsep-sistem-informasi-manajemen.html
PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
A. Pendahuluan
Sistem informasi / lanskap aplikasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.
SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Sistem Informasi Manajemen
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi
B. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Akuntansi Manajemen adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
C. Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
• Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan system
• Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
• Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
• Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
• Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
• Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
• Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
• Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
D. Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa
E. Tujuan Umum
o Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
o Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
o Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
F. Manajemen dan Elemen Sumberdaya Informasi
Manajemen informasi
Manajer mengelola lima jenis sumberdaya, yaitu Manusia, Material, Mesin (termasuk fasilitas dan energi), Uang dan informasi (termasuk data). Tugas manajer adalah bagaimana mengelola sumberdaya ini agar dapat digunakan secara efektif.
Empat jenis sumberdaya yang pertama memiliki wujud, ada secara fisik, dan dapat disentuh. Sumberdaya ini disebut sumberdaya fisik. Sumber daya yang terakhir, informasi, memiliki nilai dari apa yang diwakilinya, bukan dari bentuknya, disebut sumberdaya konseptual.
Elemen dalam Manajemen Sumber Daya Informasi
- Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat di capai melalui sumber daya informasi yang unggul.
- Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
- Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
- Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
- Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.
G. KONSEP MANAJEMEN SUMBERDAYA INFORMASI
Sumberdaya informasi jauh melampaui informasi itu sendiri. Hal tersebut karena adanya bentuk dasar untuk mengelola semua sumberdaya informasi. Manajemen sumberdaya informasi (information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Meskipun seorang pemakai individu dapat mempraktekan IRM, pendekatan paling efektif bagi perusahaan adalah mengembangkan rencana formal yang harus diikuti setiap orang. Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :
• Menyadari bahwa keunggulan kompetitif akan tercapai melalui SD informasi yang unggul;
Melalui pengelolaan sumberdaya informasi akan mencapai keunggulan kompetitif atas pesaingnya.
• Menyadari bahwa jasa informasi bidang fungsional utama;
Struktur organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan bidang fungsional utama lainnya, seperti keuangan, dan pemasaran.
• Menyadari bahwa CIO adalah eksekutif puncak;
CIO memberi kontribusi, jika memungkinkan pada pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan (bukan hanya operasi jasa informasi). Hal tersebut ditunjukkan dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
• Memperhatikan SD informasi dalam membuat perencanaan strategis;
Para eksekutif yang terlibat dalam perencanaan strategis perusahaan, mereka memperhatikan sumberdaya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
• Rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi;
Terdapat rencana formal untuk memperoleh dan mengelola sumberdaya informasi. Sumberdaya tersebut harus mencakup yang berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
• Adanya strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing;
Rencana strategis sumberdaya informasi membahas cara membuat sumberdaya informasi tersedia bagi pemakai akhir, dan tetap mempertahankan pegendalian atas sumberdaya tersebut.
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak terpisah, tetapi bekerja sama secara terkoordinasi. Adapun komponen dasar dalam penerapan IRM, yakni :
a. Lingkungan perusahaan;
Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang atau pengaruh untuk mencapai keunggulan kompetitif. Para eksekutif menuadari perlunya mengelola arus sumberdaya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
b. Eksekutif perusahaan;
CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya dalam bentuk perencaan strategis.
c. Bidang/area fungsional;
Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satunya adalah rencana strategis sumberdaya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lainnya.
d. Sumberdaya informasi;
Rencana strategis sumberdaya informasi menggambarkan bagaimana semua sumberdaya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian dipusatkan dalam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
e. Pemakai;
Data dan informasi mengalir antara sumberdaya informasi dan para pemakai. Sebagian pemakai ikut serta dalam End-User-Computing.
Panduan :
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://sitinurhidayat.blogspot.com/2010/10/konsep-sistem-informasi-manajemen.html
Selasa, 03 Mei 2011
Kisah Sukses Pengusaha Aksesories _ Kewirausahaan
Kisah Sukses Pengusaha Aksesories
M.Rizal dan Ika adalah salah satu contoh pasangan suami istri yang berwirausaha. Usaha yang mereka lakukan adalah menjual aksesories. Usahanya mulai dirintis sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya usaha ini dilakukan dengan kerja sama bersama orang tuanya. Tapi setahun belakangan ini mereka mulai untuk berjalan sendiri dengan usahanya.
Bermodal dari penghasilan usahanya yang lalu, mereka melanjutkan usahanya kembali yaitu menjual aksesories. Mereka berjualan hanya setiap hari Minggu di Jl. Raya Pemda Bogor. Pasar mingguan ini memang sangat ramai dikunjungi. Oleh karena itu mereka memilih untuk berjualan disana.
Aksesories yang mereka jual umumnya adalah aksesories untuk wanita. Banyak variasi yang mereka tawarkan. Dengan bentuk dan warnanya yang unik dan menarik dapat membuat banyak pengunjung yang membelinya.
Setiap kali berjualan, mereka dapat memperoleh penghasilan minimal bisa mencapai Rp 300.000, namun jika lagi banyak pembeli bisa mencapai Rp 500.000 dalam 1 hari itu. Omset yang besar membuat mereka lebih memvariasikan aksesories yang mereka jual. Dan usaha itu masih berlanjut sampai sekarang ini.
M.Rizal dan Ika adalah salah satu contoh pasangan suami istri yang berwirausaha. Usaha yang mereka lakukan adalah menjual aksesories. Usahanya mulai dirintis sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya usaha ini dilakukan dengan kerja sama bersama orang tuanya. Tapi setahun belakangan ini mereka mulai untuk berjalan sendiri dengan usahanya.
Bermodal dari penghasilan usahanya yang lalu, mereka melanjutkan usahanya kembali yaitu menjual aksesories. Mereka berjualan hanya setiap hari Minggu di Jl. Raya Pemda Bogor. Pasar mingguan ini memang sangat ramai dikunjungi. Oleh karena itu mereka memilih untuk berjualan disana.
Aksesories yang mereka jual umumnya adalah aksesories untuk wanita. Banyak variasi yang mereka tawarkan. Dengan bentuk dan warnanya yang unik dan menarik dapat membuat banyak pengunjung yang membelinya.
Setiap kali berjualan, mereka dapat memperoleh penghasilan minimal bisa mencapai Rp 300.000, namun jika lagi banyak pembeli bisa mencapai Rp 500.000 dalam 1 hari itu. Omset yang besar membuat mereka lebih memvariasikan aksesories yang mereka jual. Dan usaha itu masih berlanjut sampai sekarang ini.
DATA 5 ORANG SUKSES _ KEWIRAUSAHAAN
No Nama Jenis Kelamin Usia (Tahun) Jenis Usaha Alamat
Pengusaha Pegawai
1. Edwin M. L 32 Chief Officer Depok 2
2. M. Rizal L 27 Toko Accecories Depok 2
3. Ika P 26 Toko Accecories Depok 2
4. Yefrizal L 35 Pelayaran Depok 2
5. Susilawati P 32 Karyawan Depok 2
Pengusaha Pegawai
1. Edwin M. L 32 Chief Officer Depok 2
2. M. Rizal L 27 Toko Accecories Depok 2
3. Ika P 26 Toko Accecories Depok 2
4. Yefrizal L 35 Pelayaran Depok 2
5. Susilawati P 32 Karyawan Depok 2
DATA KELOMPOK KUMPULAN ORANG SUKSES
No Nama Jenis Kelamin Usia (Tahun) Jenis Usaha Alamat
Pengusaha Pegawai
1. Ronal L 37 Toko Beras Cibinong
2. Edward L 40 Peternak Ikan Cibinong
3. Muharam L 35 Pabrik Mie Cibinong
4. Rudi L 39 Peg. BCA Cibinong
5. Anton L 37 Penjual Sembako Cibinong
6. Edwin M. L 32 Chief Officer Depok 2
7. M. Rizal L 27 Toko Accecories Depok 2
8. Ika P 26 Toko Accecories Depok 2
9. Yefrizal L 35 Pelayaran Depok 2
10. Susilawati P 32 Karyawan Depok 2
11. Sumono L 46 PNS Depok
12. Zurfan L 49 Agen Beras Depok
13. Herman L 39 Agen Sembako Depok
14. U’us L 53 Pedagang Burung Hias Depok
15. Lina P 25 PNS Depok
TOTAL L = 80%
P = 20% T = 552/15
=37 T = 9/15*100%
= 60% T = 6/15*100%
= 40%
DATA KELOMPOK
KUMPULAN ORANG SUKSES
Kelompok 5 :
1. Dwi Siti Febriatna 42209477
2. Rini Rosmiati 40209777
3. Susi Andesriani 42209214
Kelas : 2 DA 02
Pengusaha Pegawai
1. Ronal L 37 Toko Beras Cibinong
2. Edward L 40 Peternak Ikan Cibinong
3. Muharam L 35 Pabrik Mie Cibinong
4. Rudi L 39 Peg. BCA Cibinong
5. Anton L 37 Penjual Sembako Cibinong
6. Edwin M. L 32 Chief Officer Depok 2
7. M. Rizal L 27 Toko Accecories Depok 2
8. Ika P 26 Toko Accecories Depok 2
9. Yefrizal L 35 Pelayaran Depok 2
10. Susilawati P 32 Karyawan Depok 2
11. Sumono L 46 PNS Depok
12. Zurfan L 49 Agen Beras Depok
13. Herman L 39 Agen Sembako Depok
14. U’us L 53 Pedagang Burung Hias Depok
15. Lina P 25 PNS Depok
TOTAL L = 80%
P = 20% T = 552/15
=37 T = 9/15*100%
= 60% T = 6/15*100%
= 40%
DATA KELOMPOK
KUMPULAN ORANG SUKSES
Kelompok 5 :
1. Dwi Siti Febriatna 42209477
2. Rini Rosmiati 40209777
3. Susi Andesriani 42209214
Kelas : 2 DA 02
Selasa, 08 Maret 2011
PERENCANAAN ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN
PERENCANAAN ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN
A. Karakteristik Umum Perencanaan
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang di prediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan
Tujuan yang mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya. Tanpa adanya perencanaan biasanya disertai dengan tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidak efisienan.
Ada dua maksud dari tujuan perencanaan, yaitu :
a. Perlindungan
Meminimisasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
b. Kesepakatan
Meningkatkan tingkat keberhasilan dalam organisasi.
Kerugian dan Keuntungan Perencanaan
Program perencanaan mempunyai banyak keuntungan, yaitu :
a. Membantu Wirausahawan Berorientasi ke Masa Depan
Wirausahawan dipaksa untuk melihat keeluar dari masalah hariannya yang normal untuk memproyaksikan apa yang akan mereka hadapi di masa mendatang.
b. Koordinasi Keputusan
Keputusan hendaknya tidak dibuat sekarang tanp[a adanya gagasan tentang bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat sekarang. Fungsi perencanaan bisa membantu wirausahawan dalam usahanya mengkoordinasikan keputusan.
c. Perencanaan Menekankan Tujuan Operasional
Tujuan organisasi adalah perencanaan, wirausahawan secara konstan di ingatkan dengan apa yang ingin dicapai organisasi mereka.
Jika funsi perencanaan tidak dilaksanakan dengan baik dalam organisasi, mungkin akan menimbulkan kerugian-kerugian. Penekanan pada program perencanaan akan memakan banyak waktu manajemen. Manajemen harus membagi antara waktu yang digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang digunakan untuk fungsi manajemen lainnya seperti pengorganisasian, mempengaruhi, dan pengawasan.
B. Jenis-Jenis Perencanaan
Aktivitas perencanaan bisa di bagi menjadi dua, yaitu :
a. Perencanaan Strategis
Adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan. Wirausahawan memandang organisasi sebagai satu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukanyan dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya. Perencanaan jangka panjang wirausahawan adalah mencoba menentukan apa yang akan dilakukan oleh organisasi agar berhasil dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang.
• Definisi Strategis
Adalah suatu rencana luas dan umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasi jangka panjang. Strategi adalah hasil akhir dari perencanaan strategis. Agar strategi bisa berdaya guna , ia harus konsisten dengan tujuan organisasional yang pada akhirnya harus konsisten dengan maksud organisasional.
• Manajemen Strategi
Walaupun perumusan strategi adalah salah satu langkah dalam proses manajemen strategis, perumusan strategi lebih banyak mendapatkan perhatian dalam literatur manajemen dibandingkan proses lainnya.
• Pertanyaan dalam Merumuskan Strategi
Apakah tujuan dan maksud dari organisasi itu? Jawaban pertanyaan ini adalah memberitahukan kearah mana organisasi tersebut diarahkan. Strategi yang tepat guna mencerminkan maksud dan tujuan organisasi.
Kemankah organisasi ini akan diarahkan? Jawabannya dalah bisa dengan memberitahukan pada wirausahawan apakah organisasi sedang mencapai tujuannya, jika iya, apakah tingkat kemajuan ke arah pencapaian tujuan tersebut memuaskan atau tidak.
Dengan jenis kondisi lingkungan apa organisasi tersebut mempunyai keberadaan? Baik lingkungan internal dan eksterbal, maupun faktor-faktor di dalam dan diluar organisasi, termasuk apa yang ditanyakan oleh pertanyaan ini. Jawabannya bisa membantu wirausahawan didalam menetapkan kekuatan, kelemahan, masalah-masalah, dan kesempatan organisasi yang ada.
b. Perencanaan Taktis
Adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan perencanaan taktis untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagi bagian dari organisasi untuk mencapai keberhasilan pada jangka waktu satu tahun atau kurang.
Wirausahawan memerlukan perencanaan strategis maupun taktis, tetapi kedua program tersebut harus saling berhubungan agar tercapai suatu keberhasilan. Perencanaan taktis hendaknya dipusatkan pada apa yang akan dilakukan dalam jangka pendek untuk membantu mencapai tujuan jangka panjang yang ditentukan dengan perencanaan strategis.
C. Perencanaan dan Tingkat Manajemen
Manajemen adalah puncak dari suatu organisasi, mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan atau tidak. Walaupun semua tingkat manajemen terlibat dalam proses perencanaan, manajemen tingkat atas biasanya menggunakan waktu perencanaan yang lebih banyak dibandingkan manajemen tingkat bawah. Manajemen tingkat bawah biasanya lebih terlibat dengan kegiatan operesional dan organisasi, dan karenanya mempunyai waktu lebih sedikit dalam proses perencanaan dibanding dengan manajemen tingkat atas. Manajemen menengah biasanya menggunakan waktu lebih sedikit dibanding manajemen tingkat atas.
a. Langkah-Langkah Dalam Proses Perencanaan
Proses perencanaan mengandung enam langkah, yaitu :
Menyatakan Tujuan Organisasi
Suatu pernyataan tujuan yang jelas perlu, bagi dimulainya suatu perencanaan, karena perencanaan dipusatkan pada bagaimana sistem manajemen akan mencapai tujuan tersebut.
Memilih Bernagai Cara Alternatif Untuk Mencapai Tujuan
Tujuan organisasional dinyatakan dengan jelas, wirausahawan hendaknya memuat sebanyak mungkin alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan tsb.
Mengembangkan Premis Yang Menjadi Dasar Alternatif
Kelayakan penggunaan setiap alternatif untuk mencapai tujuan organisasional ditentukan dengan premis atau asumsi atsa mana alternatif tersebut didasarkan.
Memilih Alternatif Terbaik Untuk Mencapai Tujuan
Suatu evaluasi alternative harus memasukkan evaluasi premis atas mana alternative tersebut didasarkan.
Pengembangan Rencana Berdasarkan Alternatif Yang Dipilih
Sesudah alternative dipilih, wirausahawan sesungguhnya mulai mengembangkan rencana-rencananya.
Memfungsikan Rencana-Rencana ke dalam Tindakan-tindakan
Sekali rencana telah dikembangkan, rencana tersebut siap difungsikan ke dalam tindakan-tindakan.
D. Pendekatan –Pendekatan Dalam Perencanaan
Tiga pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksankan funsi perencanaan adalah :
Pendekatan Probabilitas Tinggi
Pendekatan probabilitas tinggi perencanan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi tidak bias mencapai keberhasilan. Perencanaan menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditunjukkan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bias diterima.
Pendekatan maksimasi
Pendekatan maksimasi didasarkan pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Perencana biasanya menggunakan maksimasi dan secara konstan menggunakan teknik kuantitatif dan paling banyak digunakan adalah model matematis. Perencana membangun model otomatis dari system yang mereka rencanakan dan mendasarkan model tersebut bereaksi dengan perubahan dari luar. Melalui penggunaan model tersebut dn teknis matematis lainnya, perencana pendekatan makimasi mencoba untuk:
1. meminimasi sumber daya yang digunakan untuk mendapat tingkat prestasi (performance) tertentu
2. memaksimumkan prestasi yang bisa dicapai dengan sumber daya yang diharapkan tersedia
3. mendapat keseimbangan biaya (sumber daya yang dikonsumsi) dan manfaat (prestasi) yang terbaik
Pendekatan maksimasi perencanaan seperti pendekatan probabilitas tinggi yang mempunyai keutungan dan kerugian. Keuntungan adalah pendekatan ini secara kontinyu menekankan padapencapaian kuntungan potensial penuh dari organisasi dn mengunakan teknik kuantitatif yang canggih untuk mengembangkan rencananya. Kerugian pendekatan ini yaitu biasanya memperlakukan komponen organisasi sepenuhnya bisa dikuantifikasi dan bisa diprediksi.
Pendekatan adaptasi
Pendekatan adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri denga variabel eksternal atau internal. Pendekatan ini didasarkan pada filsafat bahwa suatu ketidak mampuan beradaptasi adalah kendala besar bagi keberhasilan orgnisasi.
Perencana yang menggunakan pendekatan ini yaitu:
1. melihat perubahan organisasional yang tidak bisa dihindari
2. memusatkan diri pada antisipasi perubahan masa depan
3. menentukan, melalui analisa organisasional, bagaimana memodifikasi organisasi ketika tiba saat untuk berubah
Keuntungan pendekatan adaptasi yaitu dfokuskan pada lingkungan eksternal dan internal dari organisasi untuk memprediksi perubahan organisasional. Tanpa memandang pendekatan perencanaan yang digunakan, analisa lingkungan adlah perlu agar orgnisasi tetap mempunyai keberadaan. Kerugian pendekatan ini termasuk penekanan yang kurang pada tujuan organisasi dibanding dengan pendekatan probabilitas tinggi dan pendekatan adaptasi dan kemungkinan bahwa analisa orgnisasi dan perubahan yang dihasilkan lenih merupakan akhir dari perencanaan daripada sebagai alat mencapai keberhasilan.
Pendekatan mana yang harus digunakan
Pendekatan perencanaan yng sebaiknya digunakan oleh wirausahawan mungkin merupakan bauran atau kombinasi dari pendekatan probabilitas tinggi, maksimasi dan adaptasi. Tiap pendekatan sebaiknya digunakan secara sistematis untuk berhubungan dengan berbagai faktor yang berkaitan dalam organisasi. Kombinasi pendekatan ini menekankan keuntungan dan meminimisasi kerugian dari tiap pendekatan.
Perencanaan bisnis
Dalam bisnis terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek finansial dan hukum dari bisnis. Memperoleh survai-survai pemasaran, merasakan riset produk dn merancang anggaran, semua ini merupakan aspek-aspek kewirausahaan perencanaan bisnis. Kedua, terdapat aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin yang meliputi persiapan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk dan jasa.
E. RENCANA RENCANA
Definisi
Yaitu suatu tindakan tertentu yang untuk membantu organisasi mencapai tujuan. Perencanaan, proses evaluasi semua informasi yang relevan dan penilaian perkembangan masa depan yang mungkin, menghasilkan suatu perencanaan mengenai arah tindakan yang direkomendasikan suatu rencana. Tanpa memandang pentingnya intuisi yang berhubungan dengan pengalaman dari wirausahawan, tindakan dan strategi manajemen yang diharapkan berhasil umumnya didasarkan pada reason.
Dimensi besar dalam sutu rencana:
1. Perulangan : menguraikan jangka suatu rencana yang digunakan dari waktu ke waktu. Beberapa rencana khususnya dirancang untuk satu situasi tertentu yang relatif berjangka pendek. Rencana dari jenis ini pada dasarnya tidak berulang-ulang. Beberapa rencana dirancang untuk digunakan dari waktu ke waktu dan dirancang secara kontinyu pada jangka panjang.
2. Waktu : jangka periode waktu yang diliputi oleh suatu rencana. Rencana strategis adalah rencana janka panjang, sementara taktis meliputi periode waktu yang relatif pendek.
3. Jangkauan : menguraikan dari sistem manajemen total dalam mana rencana tersebut ditujukan. Semakin besar bagian sistem manajemen oleh suatu rencana, semakin luas jangkauan dari rencana tersebut.
4. Tingkatan : menunjukan tingkatan organisasi dimana rencana tersebut ditujukan. Rencana tingkat atas atau puncak adalah rencana yang dirancang untuk tingkatan manejemen puncak. Rencana tingkat menengah dan bawah dirancang masing-masing untuk manajemen tingkat menengah dan bawah.
F. JENIS JENIS RENCANA
Dengan menggunakan dimensi perulangan sebagai pedoman, rencana-rencana organisasional dibagi menjadi dua tipe yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai. Rencana tetap digunakan berulang-ulang karena rencana ini difokuskan pada situasi organisasional yang terjadi berulang-ulang. Rencana sekali pakai hanya digunakan sekali atau beberapa kali krena rencana tersebut difokuskan untuk berhubungan dengan situasi relatif unik dalam organisasi. Rencana tetap bisa dibagi menjadi kebijaksanaan, prosedur dan aturan. Rencana sekali pakai dibagi menjadi program dan anggaran.
Rencana tetap
Kebijaksanaan-kebijaksanaan adalah rencana tetap yang memberi garis pedoman luas bagi penyaluran pemikiran manajemen pada arh tertentu. Sebagai akibat dari ”pemikiran yang tersalurkan, manajemen dituntun ke arah pengambilan tindakan yang konsisten dengan pencapaian tujuan organisasional. Suatu kebijakan pada hakikatnya adalah suatu ekspresi umum dari maksud manajemen pada tindakan apa sebaiknya diambil untuk mencapai tujuan organisasional.
Prosedur adalah rencana tetap yang menguraikan serangkaian tindakan yang berhubungan yang harus diambil untuk menyelesaikan tugas tertentu. Prosedur menguraikan tindakan yang lebih spesifik dibandingkan kebijaksanaan. Organisasi biasanya memiliki perangkat prosedur yang berbeda yang meliputi berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Aturan-aturan adalah rencana tetap yang merancang suatu tindakan tertentu yang diperlukan. Pada hakikatnya, sebuah aturan menunjukan apa yang harus dilakukan oleh organisasi dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebuah aturan dengan tepat menguraikan tindakan apa yang diinginkan dan karenanya tidak memberi ruang bagi penfsiran.
Rencana sekali pakai
Program adalah rencana sekali pakai untuk melaksanakan suatu proyek khusus dalam suatu organisasi. Proyek itu umumnya tidak dimaksudkan untuk mempunyai keberadaan dalam organisasi. Akan tetapi, program itu memiliki keberadaan untuk mencapai tujuan yang jika bisa diselesaikan akan membantu keberhasilan jangka panjang dari perusahaan.
Anggaran adalah rencana sekali pakai yang meliputi jangka waktu tertentu. Anggaran perusahaan adalah anggaran mendetail tentang bagaimana dana akan dibelanjakan pada tenaga kerja, bahan mentah, barang modal, dan lain sebagainya maupun pada bagaimana dana unutk pengeluaran tersebut akan diperoleh. Walaupun anggaran adalah peralatan perencanaan yang anggaran juga merupakan strategi pengawasan organisasional.
G. ALAT-ALAT PERENCANAAN
Adalah teknik yang digunakan wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencan-rencana.
Peramalan (forecasting)
Adalah teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Walaupun teknik peramalan yang canggih relatif modern, konsep peramalan bisa ditelusuri kembali sekurang-kurangnya pada literatur manjemen dari Fayol. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuannya untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik perbaikan masa depan dari lingkungan organisasional, yang pada gilirannya membantu wirausahawan untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif.
Walaupun suatu proses peramalan organisasional yang lengkap bisa dan biasanya semua tipe peramalan yang disinggung pada paragraf terdahulu, peramalan penjualan dikutip sebagai ”kunci” peramalan organisasional. Ramalan penjualan adalah suatu prediki tentang seberapa tinggi dan rendahnya penjualan selama periode waktu yang diramalkan. Ramalan penjualan adalah ramalan ”kunci” karena ia bertindak sebagai garis pendoman fundamental bagi perencanaan dalam organisasi . Sekali ramalan penjualan telah dilengkapi, wirausahawan bisa memutuskan apakah lebih banyak penjualan yanh harus disewa, apakah lebih banyak dana bagi ekspansi pabrik yang hrus dibutuh kan, atau apakah pengurangan tenaga kerja dan pemotongan pada bidang tertentu adalah perlu bagian berikut.
Metode Analisa Runtun Waktu ( time series analysis method )
Metode analisia runtun waktu memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan . Informasi menun jukan hubungan antara waktu dan penjualan bisa disajikan dalam bentuk grafik . Penyajian ini dengan jelas menunjukan kecenderunagn dimasa lalu , yang bisa digunakan untuk meramal penjualan dimasa mendatang .
Hasil dari metode analisa runtun waktu dipandang sangat dibutuhkan oleh wirausahawan. Akan tetapi, karena dalam jangka panjang produk umumnya melewati apa yang dinamakan siklus hidup produk, hasil tersebut bisa dianggap sebagai terlalu optimis. Siklus hidup produk ada lima tahap melalui mana hampir semua produk dan jasa baru akan melewatinya. Lima tahap tersebut adalah pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan, kejenuhan, penurunan, dan kemandekan.
Penjadwalan (scheduling)
Pada dasarnya penjawalan adalah proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang harus di laksanakan untuk mwencapai tujuan organisasdi. Daftar aktivitas tersebut merupakan bagian integral dari rencana organisasional.peta Gannt (Gannt Chart) dan analisa network adalah dua teknik penjadwalan yang akan dibahas pada paragraf berikut.
Peta Gannt (Gannt Chart)
Peta Gannt adalah peralatan penjadwalan yang dikembangkan oleh Henry L. Gannt. Peta ini pada dasarnya diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu harisontal dan sumber daya yang dijadwalkan beradA pada sumber vertikal. Sumber daya yang mungkin Dijadwalkan.
Teknik Evaluasi dan Telaah program (program evaluation and review techniqui) tau pert
Kelemahan dari peta gannt adalah bawaan ia tidak mengandung suatu informasi tentang saling hubungan di antara tugas-tugas yang yanng di laksanakan. Semua tugas yang di laksanakan di cantumkan pada peta, tetapi tidak ada cara untuk memberitahukan apakah suatu tugas harus di laksanakan sebelum tugas yang lainnya bisa di selesaikan . Teknik Evaluasi dan Telaah pragram (PERT),suatu teknik yang berasal sebagian dari teknik peta grannt, adalah alat penjadwalan yang dirancang untukmenekankan pada saling hubungan diantara tugas-tugas.
Definisi Pert
PERT adalah jaringan aktivits proyek yang menujukan baik estimasi waktu yang diperlukandalam proyek,maupun hubungan berangkai antara aktivitas-aktivitas yang harus diikuti untuk menyelesaikan proyek.
Jaringan pert mengandung dua elemen utama : aktivitas peristiwa. Aktivitas adalahperaangkat perilaku tertentu dalam proyek. Sementara peristiwa adalah penyelesaian tugas untuk proyek. Dalam jaringan PERT tiap-tiap peristiwa di berikan aktivitas yang berhubungan yang harus dilaksanakan sebelum peristiwa tersebut terwujud.
Jalur Kratis (CriticalPath)
Perhatian hendaknya dipusatkan pada jalur kritis dari jaringan PERT.jalur kritis adalah rangkaiandari peristiwa dan aktivitas yang memerlukan periade waktu paling lama untuk diselesaikan.Julur ini di namakan jalur kritis karnrna penunaan pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian ini akan menyebabkan penundaan pada proyek.
Langkah Langkah didalam Mendisain Jaringan PERT
Didalam mendisain suatu jaringan PERT, wirausahaan hendaknya mengikuti empat langkah utama berikut ini :
Langkah 1 Wirausahaan hendaknya mencantumkan (a)semua aktivitas/peristiwa yang harus diselesaikanuntuk suatu proyek dan(b) urutan dengan mana aktivitas/peristiwa tersebut harus dilaksanakan.
Langkah 2Wirasahawan hendaknya menentukan berapa banyak waktu yang di butuhkanuntuk menyelesaikantiap-tiap aktivitas/peristiwa
Langkag 3 Wirausahawanhendaknya mendisain suatu jaringan PERT yang mencerminkan semua informasiyang terkandung pada langkah 1 dan 2.
Langkah 4 wirausahaan hendaknya mengidefikasi.
IKHTISAR
1. Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi bisa mencapaitujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya.
2. Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud :perlindungan dan kesepakatan(Protective dan offirnative). Maksud protektif adalah meminimasasi resiko dengan mengurangi ketidak pastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsenkuensitindakan menejerialyang berhubungan.Trujuan arfimatif adalah yang meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
3. Programperencanaan mempunyain banyak keuntungan. Pertama adalah membantu wirausahaan berorietasi ke masa depan.Kedua, Koordinasi keputusan.Ketiga, perencanaa menekankantujuan organisasional.
4. Ativitas perencanaan bisa dibagi menjadi dua:perencanaan taktis dan perencanaan strategis.
5. Perencanaa strategis adalahperencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan.
6. Strategis didefikasikansebagai suatu rencana luas dan umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasional jangka panjang.
7. Manejemen strategis didefikasikan sebagai proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategis organisasional yang tepat guna. Strategis yang tepat guna adalah Strategisyang sesuai bagi kebutuhan organisasi pada saat tertentu.
8. Perumusan suatu srategisorganisasi yang tepat guna adalah suatu proses didalammenjawab empat pertanyaan dasar.pertanyaan tersebut adalah sebagaiberikut: 1. Apakah tujuan dan maksud dari organisasi itu?, 2. Keemanakah organisasi dewasa ini diarahkan?, 3. Dengan jenis kondisi lingkungan apa organisasi tersebut mempunyai keberadaan?, Dan 4. Apakah yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai tujuan organisasi dengan lebih baik dimasa mendatang?
9. Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menenkankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan,jangka pendek adalah kurun waktu kedepan yang berkisar satu tahun atau kurang.
10. Umumnya,manajertingkat bahwa membuat perencanaan jangka pendek ;manajer tingkatmenengah membuat perencanaan jangka yang akan panjang ;dan manajer puncak perencanaan jangka panjang.
11. Proses perencanaan mengandung enam langkah,yaitu ;1. Menyatakan tujuan Organisasi,2. Memilih berbagi cara alrtenatif utuk mencapai tujuan ,3.Mengembangkan Premis Yang menjadi dasar artenatif ,4. Memilih alrtenatif Tyerbaik untuk mencapai Tujuan, 5. Pengembangan rencana –rencana kedalamTindakan-tindakan.
12. Tiga pendekatan atau filasafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaanadalah: ( 1) Pendekatan probalitas tinggi (2)pendekatan maksimisasi, dan(3) pendekatan adaptasi.
13. Pendekatan probalitas tinggi perencanaan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya terdapat probalibitas tinggi bahwa organisasai hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Pendekatan adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyusuaikan diri dengan variabel eksternal dan/ atau internal.
14. Pada umumnya, dalam bisnis terdapat dua mancam kegiatan perencanaan. Pertama,terdpat kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kotak dengan para bankir, akutan,pengacara,dan orang-orang lain membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari bisnisanda.kedua, terdapat aspek-aspek bisnis yang di anggap rutin.ini meliputin menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran,memanajemesi arus produksi serta memasarkan produk dan jasa.
15. Suatu rencana adalah suatu tindakan tertentu ynag diusulkan untuk membatu organisasi mencapai tujuannya.
16. Suatu rencana mempunyai empat dimensi besar : 1. Dimensi perulangan , 2. Dimensi waktu, 3 dimensi jangkauan, dan 4. Dimensi tinkatan.
17. Rencana-rencana organisasional biasannya dibagi menjadi dua tipe rencana tetap dan rencana sekali pakai.
18. Rencana tetap digunakan berulang-ulang karena rencana tersebut difokuskan pada situasiorganisasional yang terjadi berulang-ulang sementara rencana sekali pakai hanya digunakan sekali atau beberapa kali karena rencana tersebut difokuskan untuk berhubungan dengan situasi yang relative unik dalam organisasi.
19. Rencana tetap bias dibagi menjadi kebijaksanaan,prosedur, dan aturan, dan rencana sekali pakai bias dibagi lagi menjadi program dan anggaran.
20. Suatu kebijaksanaan adalah rencana tetepyang memberi garis pedoman luas bagi penyaluran pemikiran manajememen pada arah tertentu.
21. Suatu prosedur adalah rencana tetap yang menguraikan serangkaian tindakan yangberhubungan yang harus diambil untuk menyelesaikan tugas tertentu.
22. Sebuah aturan adalah rencana tetap yang merancang suatu tindakan tertenu yang diperlukan. Pada hakikatnya,sebuah aturan menunjukan apa yang harus dilakukan oleh anggota organisasi dan apa yang tidak boleh dilakukan.
23. Sebuah program adalah rencana sekali pakai yang dirancang untuk melaksanakan suatu proyek khusus dalam suatu organisasi.
24. Anggaran adalah rencana keuangan sekali pakai yang meliputi jangka waktu tertentu. Anggaran perusahaan adalah suatu rencana mendetail tentang bagai mana dana akan di belanjakan pada tenaga kerja ,bahan mentah , barang modal,dan lain sebagainya.
25. Alat-alat perencanaan adalah teknik yang bisa di gunakan oleh wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana-rencana.
A. Karakteristik Umum Perencanaan
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang di prediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan
Tujuan yang mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya. Tanpa adanya perencanaan biasanya disertai dengan tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidak efisienan.
Ada dua maksud dari tujuan perencanaan, yaitu :
a. Perlindungan
Meminimisasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
b. Kesepakatan
Meningkatkan tingkat keberhasilan dalam organisasi.
Kerugian dan Keuntungan Perencanaan
Program perencanaan mempunyai banyak keuntungan, yaitu :
a. Membantu Wirausahawan Berorientasi ke Masa Depan
Wirausahawan dipaksa untuk melihat keeluar dari masalah hariannya yang normal untuk memproyaksikan apa yang akan mereka hadapi di masa mendatang.
b. Koordinasi Keputusan
Keputusan hendaknya tidak dibuat sekarang tanp[a adanya gagasan tentang bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat sekarang. Fungsi perencanaan bisa membantu wirausahawan dalam usahanya mengkoordinasikan keputusan.
c. Perencanaan Menekankan Tujuan Operasional
Tujuan organisasi adalah perencanaan, wirausahawan secara konstan di ingatkan dengan apa yang ingin dicapai organisasi mereka.
Jika funsi perencanaan tidak dilaksanakan dengan baik dalam organisasi, mungkin akan menimbulkan kerugian-kerugian. Penekanan pada program perencanaan akan memakan banyak waktu manajemen. Manajemen harus membagi antara waktu yang digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang digunakan untuk fungsi manajemen lainnya seperti pengorganisasian, mempengaruhi, dan pengawasan.
B. Jenis-Jenis Perencanaan
Aktivitas perencanaan bisa di bagi menjadi dua, yaitu :
a. Perencanaan Strategis
Adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan. Wirausahawan memandang organisasi sebagai satu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukanyan dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya. Perencanaan jangka panjang wirausahawan adalah mencoba menentukan apa yang akan dilakukan oleh organisasi agar berhasil dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang.
• Definisi Strategis
Adalah suatu rencana luas dan umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasi jangka panjang. Strategi adalah hasil akhir dari perencanaan strategis. Agar strategi bisa berdaya guna , ia harus konsisten dengan tujuan organisasional yang pada akhirnya harus konsisten dengan maksud organisasional.
• Manajemen Strategi
Walaupun perumusan strategi adalah salah satu langkah dalam proses manajemen strategis, perumusan strategi lebih banyak mendapatkan perhatian dalam literatur manajemen dibandingkan proses lainnya.
• Pertanyaan dalam Merumuskan Strategi
Apakah tujuan dan maksud dari organisasi itu? Jawaban pertanyaan ini adalah memberitahukan kearah mana organisasi tersebut diarahkan. Strategi yang tepat guna mencerminkan maksud dan tujuan organisasi.
Kemankah organisasi ini akan diarahkan? Jawabannya dalah bisa dengan memberitahukan pada wirausahawan apakah organisasi sedang mencapai tujuannya, jika iya, apakah tingkat kemajuan ke arah pencapaian tujuan tersebut memuaskan atau tidak.
Dengan jenis kondisi lingkungan apa organisasi tersebut mempunyai keberadaan? Baik lingkungan internal dan eksterbal, maupun faktor-faktor di dalam dan diluar organisasi, termasuk apa yang ditanyakan oleh pertanyaan ini. Jawabannya bisa membantu wirausahawan didalam menetapkan kekuatan, kelemahan, masalah-masalah, dan kesempatan organisasi yang ada.
b. Perencanaan Taktis
Adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan perencanaan taktis untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagi bagian dari organisasi untuk mencapai keberhasilan pada jangka waktu satu tahun atau kurang.
Wirausahawan memerlukan perencanaan strategis maupun taktis, tetapi kedua program tersebut harus saling berhubungan agar tercapai suatu keberhasilan. Perencanaan taktis hendaknya dipusatkan pada apa yang akan dilakukan dalam jangka pendek untuk membantu mencapai tujuan jangka panjang yang ditentukan dengan perencanaan strategis.
C. Perencanaan dan Tingkat Manajemen
Manajemen adalah puncak dari suatu organisasi, mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan atau tidak. Walaupun semua tingkat manajemen terlibat dalam proses perencanaan, manajemen tingkat atas biasanya menggunakan waktu perencanaan yang lebih banyak dibandingkan manajemen tingkat bawah. Manajemen tingkat bawah biasanya lebih terlibat dengan kegiatan operesional dan organisasi, dan karenanya mempunyai waktu lebih sedikit dalam proses perencanaan dibanding dengan manajemen tingkat atas. Manajemen menengah biasanya menggunakan waktu lebih sedikit dibanding manajemen tingkat atas.
a. Langkah-Langkah Dalam Proses Perencanaan
Proses perencanaan mengandung enam langkah, yaitu :
Menyatakan Tujuan Organisasi
Suatu pernyataan tujuan yang jelas perlu, bagi dimulainya suatu perencanaan, karena perencanaan dipusatkan pada bagaimana sistem manajemen akan mencapai tujuan tersebut.
Memilih Bernagai Cara Alternatif Untuk Mencapai Tujuan
Tujuan organisasional dinyatakan dengan jelas, wirausahawan hendaknya memuat sebanyak mungkin alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan tsb.
Mengembangkan Premis Yang Menjadi Dasar Alternatif
Kelayakan penggunaan setiap alternatif untuk mencapai tujuan organisasional ditentukan dengan premis atau asumsi atsa mana alternatif tersebut didasarkan.
Memilih Alternatif Terbaik Untuk Mencapai Tujuan
Suatu evaluasi alternative harus memasukkan evaluasi premis atas mana alternative tersebut didasarkan.
Pengembangan Rencana Berdasarkan Alternatif Yang Dipilih
Sesudah alternative dipilih, wirausahawan sesungguhnya mulai mengembangkan rencana-rencananya.
Memfungsikan Rencana-Rencana ke dalam Tindakan-tindakan
Sekali rencana telah dikembangkan, rencana tersebut siap difungsikan ke dalam tindakan-tindakan.
D. Pendekatan –Pendekatan Dalam Perencanaan
Tiga pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksankan funsi perencanaan adalah :
Pendekatan Probabilitas Tinggi
Pendekatan probabilitas tinggi perencanan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi tidak bias mencapai keberhasilan. Perencanaan menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditunjukkan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bias diterima.
Pendekatan maksimasi
Pendekatan maksimasi didasarkan pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Perencana biasanya menggunakan maksimasi dan secara konstan menggunakan teknik kuantitatif dan paling banyak digunakan adalah model matematis. Perencana membangun model otomatis dari system yang mereka rencanakan dan mendasarkan model tersebut bereaksi dengan perubahan dari luar. Melalui penggunaan model tersebut dn teknis matematis lainnya, perencana pendekatan makimasi mencoba untuk:
1. meminimasi sumber daya yang digunakan untuk mendapat tingkat prestasi (performance) tertentu
2. memaksimumkan prestasi yang bisa dicapai dengan sumber daya yang diharapkan tersedia
3. mendapat keseimbangan biaya (sumber daya yang dikonsumsi) dan manfaat (prestasi) yang terbaik
Pendekatan maksimasi perencanaan seperti pendekatan probabilitas tinggi yang mempunyai keutungan dan kerugian. Keuntungan adalah pendekatan ini secara kontinyu menekankan padapencapaian kuntungan potensial penuh dari organisasi dn mengunakan teknik kuantitatif yang canggih untuk mengembangkan rencananya. Kerugian pendekatan ini yaitu biasanya memperlakukan komponen organisasi sepenuhnya bisa dikuantifikasi dan bisa diprediksi.
Pendekatan adaptasi
Pendekatan adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri denga variabel eksternal atau internal. Pendekatan ini didasarkan pada filsafat bahwa suatu ketidak mampuan beradaptasi adalah kendala besar bagi keberhasilan orgnisasi.
Perencana yang menggunakan pendekatan ini yaitu:
1. melihat perubahan organisasional yang tidak bisa dihindari
2. memusatkan diri pada antisipasi perubahan masa depan
3. menentukan, melalui analisa organisasional, bagaimana memodifikasi organisasi ketika tiba saat untuk berubah
Keuntungan pendekatan adaptasi yaitu dfokuskan pada lingkungan eksternal dan internal dari organisasi untuk memprediksi perubahan organisasional. Tanpa memandang pendekatan perencanaan yang digunakan, analisa lingkungan adlah perlu agar orgnisasi tetap mempunyai keberadaan. Kerugian pendekatan ini termasuk penekanan yang kurang pada tujuan organisasi dibanding dengan pendekatan probabilitas tinggi dan pendekatan adaptasi dan kemungkinan bahwa analisa orgnisasi dan perubahan yang dihasilkan lenih merupakan akhir dari perencanaan daripada sebagai alat mencapai keberhasilan.
Pendekatan mana yang harus digunakan
Pendekatan perencanaan yng sebaiknya digunakan oleh wirausahawan mungkin merupakan bauran atau kombinasi dari pendekatan probabilitas tinggi, maksimasi dan adaptasi. Tiap pendekatan sebaiknya digunakan secara sistematis untuk berhubungan dengan berbagai faktor yang berkaitan dalam organisasi. Kombinasi pendekatan ini menekankan keuntungan dan meminimisasi kerugian dari tiap pendekatan.
Perencanaan bisnis
Dalam bisnis terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek finansial dan hukum dari bisnis. Memperoleh survai-survai pemasaran, merasakan riset produk dn merancang anggaran, semua ini merupakan aspek-aspek kewirausahaan perencanaan bisnis. Kedua, terdapat aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin yang meliputi persiapan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk dan jasa.
E. RENCANA RENCANA
Definisi
Yaitu suatu tindakan tertentu yang untuk membantu organisasi mencapai tujuan. Perencanaan, proses evaluasi semua informasi yang relevan dan penilaian perkembangan masa depan yang mungkin, menghasilkan suatu perencanaan mengenai arah tindakan yang direkomendasikan suatu rencana. Tanpa memandang pentingnya intuisi yang berhubungan dengan pengalaman dari wirausahawan, tindakan dan strategi manajemen yang diharapkan berhasil umumnya didasarkan pada reason.
Dimensi besar dalam sutu rencana:
1. Perulangan : menguraikan jangka suatu rencana yang digunakan dari waktu ke waktu. Beberapa rencana khususnya dirancang untuk satu situasi tertentu yang relatif berjangka pendek. Rencana dari jenis ini pada dasarnya tidak berulang-ulang. Beberapa rencana dirancang untuk digunakan dari waktu ke waktu dan dirancang secara kontinyu pada jangka panjang.
2. Waktu : jangka periode waktu yang diliputi oleh suatu rencana. Rencana strategis adalah rencana janka panjang, sementara taktis meliputi periode waktu yang relatif pendek.
3. Jangkauan : menguraikan dari sistem manajemen total dalam mana rencana tersebut ditujukan. Semakin besar bagian sistem manajemen oleh suatu rencana, semakin luas jangkauan dari rencana tersebut.
4. Tingkatan : menunjukan tingkatan organisasi dimana rencana tersebut ditujukan. Rencana tingkat atas atau puncak adalah rencana yang dirancang untuk tingkatan manejemen puncak. Rencana tingkat menengah dan bawah dirancang masing-masing untuk manajemen tingkat menengah dan bawah.
F. JENIS JENIS RENCANA
Dengan menggunakan dimensi perulangan sebagai pedoman, rencana-rencana organisasional dibagi menjadi dua tipe yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai. Rencana tetap digunakan berulang-ulang karena rencana ini difokuskan pada situasi organisasional yang terjadi berulang-ulang. Rencana sekali pakai hanya digunakan sekali atau beberapa kali krena rencana tersebut difokuskan untuk berhubungan dengan situasi relatif unik dalam organisasi. Rencana tetap bisa dibagi menjadi kebijaksanaan, prosedur dan aturan. Rencana sekali pakai dibagi menjadi program dan anggaran.
Rencana tetap
Kebijaksanaan-kebijaksanaan adalah rencana tetap yang memberi garis pedoman luas bagi penyaluran pemikiran manajemen pada arh tertentu. Sebagai akibat dari ”pemikiran yang tersalurkan, manajemen dituntun ke arah pengambilan tindakan yang konsisten dengan pencapaian tujuan organisasional. Suatu kebijakan pada hakikatnya adalah suatu ekspresi umum dari maksud manajemen pada tindakan apa sebaiknya diambil untuk mencapai tujuan organisasional.
Prosedur adalah rencana tetap yang menguraikan serangkaian tindakan yang berhubungan yang harus diambil untuk menyelesaikan tugas tertentu. Prosedur menguraikan tindakan yang lebih spesifik dibandingkan kebijaksanaan. Organisasi biasanya memiliki perangkat prosedur yang berbeda yang meliputi berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Aturan-aturan adalah rencana tetap yang merancang suatu tindakan tertentu yang diperlukan. Pada hakikatnya, sebuah aturan menunjukan apa yang harus dilakukan oleh organisasi dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebuah aturan dengan tepat menguraikan tindakan apa yang diinginkan dan karenanya tidak memberi ruang bagi penfsiran.
Rencana sekali pakai
Program adalah rencana sekali pakai untuk melaksanakan suatu proyek khusus dalam suatu organisasi. Proyek itu umumnya tidak dimaksudkan untuk mempunyai keberadaan dalam organisasi. Akan tetapi, program itu memiliki keberadaan untuk mencapai tujuan yang jika bisa diselesaikan akan membantu keberhasilan jangka panjang dari perusahaan.
Anggaran adalah rencana sekali pakai yang meliputi jangka waktu tertentu. Anggaran perusahaan adalah anggaran mendetail tentang bagaimana dana akan dibelanjakan pada tenaga kerja, bahan mentah, barang modal, dan lain sebagainya maupun pada bagaimana dana unutk pengeluaran tersebut akan diperoleh. Walaupun anggaran adalah peralatan perencanaan yang anggaran juga merupakan strategi pengawasan organisasional.
G. ALAT-ALAT PERENCANAAN
Adalah teknik yang digunakan wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencan-rencana.
Peramalan (forecasting)
Adalah teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Walaupun teknik peramalan yang canggih relatif modern, konsep peramalan bisa ditelusuri kembali sekurang-kurangnya pada literatur manjemen dari Fayol. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuannya untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik perbaikan masa depan dari lingkungan organisasional, yang pada gilirannya membantu wirausahawan untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif.
Walaupun suatu proses peramalan organisasional yang lengkap bisa dan biasanya semua tipe peramalan yang disinggung pada paragraf terdahulu, peramalan penjualan dikutip sebagai ”kunci” peramalan organisasional. Ramalan penjualan adalah suatu prediki tentang seberapa tinggi dan rendahnya penjualan selama periode waktu yang diramalkan. Ramalan penjualan adalah ramalan ”kunci” karena ia bertindak sebagai garis pendoman fundamental bagi perencanaan dalam organisasi . Sekali ramalan penjualan telah dilengkapi, wirausahawan bisa memutuskan apakah lebih banyak penjualan yanh harus disewa, apakah lebih banyak dana bagi ekspansi pabrik yang hrus dibutuh kan, atau apakah pengurangan tenaga kerja dan pemotongan pada bidang tertentu adalah perlu bagian berikut.
Metode Analisa Runtun Waktu ( time series analysis method )
Metode analisia runtun waktu memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan . Informasi menun jukan hubungan antara waktu dan penjualan bisa disajikan dalam bentuk grafik . Penyajian ini dengan jelas menunjukan kecenderunagn dimasa lalu , yang bisa digunakan untuk meramal penjualan dimasa mendatang .
Hasil dari metode analisa runtun waktu dipandang sangat dibutuhkan oleh wirausahawan. Akan tetapi, karena dalam jangka panjang produk umumnya melewati apa yang dinamakan siklus hidup produk, hasil tersebut bisa dianggap sebagai terlalu optimis. Siklus hidup produk ada lima tahap melalui mana hampir semua produk dan jasa baru akan melewatinya. Lima tahap tersebut adalah pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan, kejenuhan, penurunan, dan kemandekan.
Penjadwalan (scheduling)
Pada dasarnya penjawalan adalah proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang harus di laksanakan untuk mwencapai tujuan organisasdi. Daftar aktivitas tersebut merupakan bagian integral dari rencana organisasional.peta Gannt (Gannt Chart) dan analisa network adalah dua teknik penjadwalan yang akan dibahas pada paragraf berikut.
Peta Gannt (Gannt Chart)
Peta Gannt adalah peralatan penjadwalan yang dikembangkan oleh Henry L. Gannt. Peta ini pada dasarnya diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu harisontal dan sumber daya yang dijadwalkan beradA pada sumber vertikal. Sumber daya yang mungkin Dijadwalkan.
Teknik Evaluasi dan Telaah program (program evaluation and review techniqui) tau pert
Kelemahan dari peta gannt adalah bawaan ia tidak mengandung suatu informasi tentang saling hubungan di antara tugas-tugas yang yanng di laksanakan. Semua tugas yang di laksanakan di cantumkan pada peta, tetapi tidak ada cara untuk memberitahukan apakah suatu tugas harus di laksanakan sebelum tugas yang lainnya bisa di selesaikan . Teknik Evaluasi dan Telaah pragram (PERT),suatu teknik yang berasal sebagian dari teknik peta grannt, adalah alat penjadwalan yang dirancang untukmenekankan pada saling hubungan diantara tugas-tugas.
Definisi Pert
PERT adalah jaringan aktivits proyek yang menujukan baik estimasi waktu yang diperlukandalam proyek,maupun hubungan berangkai antara aktivitas-aktivitas yang harus diikuti untuk menyelesaikan proyek.
Jaringan pert mengandung dua elemen utama : aktivitas peristiwa. Aktivitas adalahperaangkat perilaku tertentu dalam proyek. Sementara peristiwa adalah penyelesaian tugas untuk proyek. Dalam jaringan PERT tiap-tiap peristiwa di berikan aktivitas yang berhubungan yang harus dilaksanakan sebelum peristiwa tersebut terwujud.
Jalur Kratis (CriticalPath)
Perhatian hendaknya dipusatkan pada jalur kritis dari jaringan PERT.jalur kritis adalah rangkaiandari peristiwa dan aktivitas yang memerlukan periade waktu paling lama untuk diselesaikan.Julur ini di namakan jalur kritis karnrna penunaan pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian ini akan menyebabkan penundaan pada proyek.
Langkah Langkah didalam Mendisain Jaringan PERT
Didalam mendisain suatu jaringan PERT, wirausahaan hendaknya mengikuti empat langkah utama berikut ini :
Langkah 1 Wirausahaan hendaknya mencantumkan (a)semua aktivitas/peristiwa yang harus diselesaikanuntuk suatu proyek dan(b) urutan dengan mana aktivitas/peristiwa tersebut harus dilaksanakan.
Langkah 2Wirasahawan hendaknya menentukan berapa banyak waktu yang di butuhkanuntuk menyelesaikantiap-tiap aktivitas/peristiwa
Langkag 3 Wirausahawanhendaknya mendisain suatu jaringan PERT yang mencerminkan semua informasiyang terkandung pada langkah 1 dan 2.
Langkah 4 wirausahaan hendaknya mengidefikasi.
IKHTISAR
1. Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi bisa mencapaitujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya.
2. Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud :perlindungan dan kesepakatan(Protective dan offirnative). Maksud protektif adalah meminimasasi resiko dengan mengurangi ketidak pastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsenkuensitindakan menejerialyang berhubungan.Trujuan arfimatif adalah yang meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
3. Programperencanaan mempunyain banyak keuntungan. Pertama adalah membantu wirausahaan berorietasi ke masa depan.Kedua, Koordinasi keputusan.Ketiga, perencanaa menekankantujuan organisasional.
4. Ativitas perencanaan bisa dibagi menjadi dua:perencanaan taktis dan perencanaan strategis.
5. Perencanaa strategis adalahperencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan.
6. Strategis didefikasikansebagai suatu rencana luas dan umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasional jangka panjang.
7. Manejemen strategis didefikasikan sebagai proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategis organisasional yang tepat guna. Strategis yang tepat guna adalah Strategisyang sesuai bagi kebutuhan organisasi pada saat tertentu.
8. Perumusan suatu srategisorganisasi yang tepat guna adalah suatu proses didalammenjawab empat pertanyaan dasar.pertanyaan tersebut adalah sebagaiberikut: 1. Apakah tujuan dan maksud dari organisasi itu?, 2. Keemanakah organisasi dewasa ini diarahkan?, 3. Dengan jenis kondisi lingkungan apa organisasi tersebut mempunyai keberadaan?, Dan 4. Apakah yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai tujuan organisasi dengan lebih baik dimasa mendatang?
9. Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menenkankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan,jangka pendek adalah kurun waktu kedepan yang berkisar satu tahun atau kurang.
10. Umumnya,manajertingkat bahwa membuat perencanaan jangka pendek ;manajer tingkatmenengah membuat perencanaan jangka yang akan panjang ;dan manajer puncak perencanaan jangka panjang.
11. Proses perencanaan mengandung enam langkah,yaitu ;1. Menyatakan tujuan Organisasi,2. Memilih berbagi cara alrtenatif utuk mencapai tujuan ,3.Mengembangkan Premis Yang menjadi dasar artenatif ,4. Memilih alrtenatif Tyerbaik untuk mencapai Tujuan, 5. Pengembangan rencana –rencana kedalamTindakan-tindakan.
12. Tiga pendekatan atau filasafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaanadalah: ( 1) Pendekatan probalitas tinggi (2)pendekatan maksimisasi, dan(3) pendekatan adaptasi.
13. Pendekatan probalitas tinggi perencanaan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya terdapat probalibitas tinggi bahwa organisasai hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Pendekatan adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyusuaikan diri dengan variabel eksternal dan/ atau internal.
14. Pada umumnya, dalam bisnis terdapat dua mancam kegiatan perencanaan. Pertama,terdpat kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kotak dengan para bankir, akutan,pengacara,dan orang-orang lain membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari bisnisanda.kedua, terdapat aspek-aspek bisnis yang di anggap rutin.ini meliputin menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran,memanajemesi arus produksi serta memasarkan produk dan jasa.
15. Suatu rencana adalah suatu tindakan tertentu ynag diusulkan untuk membatu organisasi mencapai tujuannya.
16. Suatu rencana mempunyai empat dimensi besar : 1. Dimensi perulangan , 2. Dimensi waktu, 3 dimensi jangkauan, dan 4. Dimensi tinkatan.
17. Rencana-rencana organisasional biasannya dibagi menjadi dua tipe rencana tetap dan rencana sekali pakai.
18. Rencana tetap digunakan berulang-ulang karena rencana tersebut difokuskan pada situasiorganisasional yang terjadi berulang-ulang sementara rencana sekali pakai hanya digunakan sekali atau beberapa kali karena rencana tersebut difokuskan untuk berhubungan dengan situasi yang relative unik dalam organisasi.
19. Rencana tetap bias dibagi menjadi kebijaksanaan,prosedur, dan aturan, dan rencana sekali pakai bias dibagi lagi menjadi program dan anggaran.
20. Suatu kebijaksanaan adalah rencana tetepyang memberi garis pedoman luas bagi penyaluran pemikiran manajememen pada arah tertentu.
21. Suatu prosedur adalah rencana tetap yang menguraikan serangkaian tindakan yangberhubungan yang harus diambil untuk menyelesaikan tugas tertentu.
22. Sebuah aturan adalah rencana tetap yang merancang suatu tindakan tertenu yang diperlukan. Pada hakikatnya,sebuah aturan menunjukan apa yang harus dilakukan oleh anggota organisasi dan apa yang tidak boleh dilakukan.
23. Sebuah program adalah rencana sekali pakai yang dirancang untuk melaksanakan suatu proyek khusus dalam suatu organisasi.
24. Anggaran adalah rencana keuangan sekali pakai yang meliputi jangka waktu tertentu. Anggaran perusahaan adalah suatu rencana mendetail tentang bagai mana dana akan di belanjakan pada tenaga kerja ,bahan mentah , barang modal,dan lain sebagainya.
25. Alat-alat perencanaan adalah teknik yang bisa di gunakan oleh wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana-rencana.
Jumat, 21 Januari 2011
BASIS DATA _ ALJABAR RELASIONAL
ALJABAR RELASIONAL
1. A. Berapa derajat (degree) dari tabel SUPPLIER ?
Jawab: Degree adalah jumlah atribut. jadi tabel supplier ada 4 derajat
B. Tampilkan informasi barang yang mempunyai kode barang (KD_BRG) = B004 dalam perintah aljabar relasional !
Jawab : σ KD_BRG = “B004″ (BARANG)
C. Tampilkan nama supplier yang beralamat di Jakarta dengan menggunakan perintah aljabar relasional !
Jawab : σ NAMA_SUPP = σ ALAMAT = “JAKARTA” (SUPPLIER)
2. Gunakan statement SQL dalam menjawab soal-soal dibawah ini :
A. Tampilkan nama barang yang huruf pertamanya adalah “S” !
jawab :SELECT NM_BRG
FROM BARANG
WHERE NM_BRG LIKE ‘S%’
B. Tampilkan kode barang dan nama barang yang disupply oleh supplier dengan status non aktif.
Jawab : SELECT KD_BRG , NM_BRG
FROM BARANG
WHERE KD_SUPP = “028″
C. Hapus data transaksi barang yang jumlah transaksinya kurang dari 10
Jawab : DELETE FROM TRANSAKSI
WHERE JML_TRANS < 10
Langganan:
Postingan (Atom)